SIAPA : nuanang

Siapa ?   Silir angin, Senja itu Bersama pijar yang meredup   Bayang hita menghampiri Berselendang biru   Siapa dirinya Siapa dirimu   Melenggak lenggok Menggoyangkan pinggulnya   Mendekatlah Kemarilah   Kenalkan dirimu Kunalkan diriku   Bayang itu bersuara “aku tahu dirimu” “aku dirimu” “aku menjemputmu untuk esok, maka jangan tanyakan kemarin”     Nuanang … Continue reading SIAPA : nuanang

Perenungan sore, Hidup ?

Mencoba sedikit berfikir tengtang bagaimana berjalan diatas tanah alias menjalani hidup ini. Apa sebenarnya sebuah tujuan hidup. Benarkah yang sering dikatakan para ustad ustad itu bahwa hidup itu hanya untuk beribadah memikirkan akhirat. Tapi saya malah berfikir sebaliknya. Yang kita fikirkan saat ini ya seharusnya tentang dunia, karena itu yang sekarang kita alami bukan berarti … Continue reading Perenungan sore, Hidup ?

Bersama Malam dan Gelap

Mendesis..... Berbisik…... Berhembus angin malam yang terus melawan   Cinta,, Mengapa tubuhmu kau berikan orang lain   Bukankah pernah kujanjikan padamu Samodra biru yang ku peruntukkan untukmu   Cinta,, Mengapa tubuhmu kau berikan orang lain   Akulah anak adam yang ditakdirkan Masihkah kau berpaling Padahal ilusi berganti nyata   Mendesis….. Berbisik…… Bersama malam aku menyatu … Continue reading Bersama Malam dan Gelap

Menuju Kebebasan Dalam Berfikir

Seperti apa yang kita tahu kondisi masyarakat pada saat ini dan pendidikannya. Benar apa yang dikatakan Rendra pada puisinya yang berjudul sajak untuk anak muda. “kita adalah angkatan gagap yang diperankan oleh angkatan takabur” dan “pendidikan saat ini adalah pendidikan kepatuhan”. Puisi menerangkan bagaiman kondisi yang terjadi pada waktu itu dan sampai sekarangpun mejadi lebih … Continue reading Menuju Kebebasan Dalam Berfikir