KENAPA BERTENGKAR?

KENAPA BERTENGKAR oleh : nuanang   Akhir – akhir ini siklus hidup saya sangat tidak bermanfaat sekali. Serasa hanya dihabiskan di atas ranjang dan warung kopi. Padahal disana tidak menyedikan mimpi dan menu yang ingin saya pesan, Namamu.  Sudah sekian minggu itu terjadi sampai tulisan ini saya ketikkan di laptop pinjaman. ini bukan hal lebay … Continue reading KENAPA BERTENGKAR?

Advertisements

SANDA SIRA

SANDA SIRA Oleh : Nuanang Sanda bentangkan tubuh kosong dalam kubur yang tak pernah dianggap mati Lalu mengapa sira terka sanda serupa batas Lebih lebih kekasih sira menerka sanda laksana batu Bongkah melintang antara pertigaan jalan aspal itu Lantas, tak bisakah sanda menafsirkan tubuh ini untuk sira / Jika sanda sebongkah batu yang sira terka, … Continue reading SANDA SIRA

BERIKAN AKU SUARA

BERIKAN AKU SUARA (lanjutan “Batu”) Oleh : nuanang Sinar bulan yang ntah malam ini kenapa terlihat bulat sekali, mebias ke dalam kamarku. Memberikan latar pada suasana kebingungan yang ku alami. Semakin larut hari ini semakin hening semesta, mungkin suara – suara itu telah disebunyikkan malam. Dan tuubuh yang kosong ini perlahan terbaringkan, menatap langit – … Continue reading BERIKAN AKU SUARA

MENYAPA SANGKALA

MENYAPA SANGKALA Oleh : Nuanang “yang abadi adalah perubahan” Kita pasti tahu, hari akan terus berganti dengan hari – hari yang berikutnya, jam akan berganti dengan jam – jam yang berikutnya, menit dan detik pun seperti itu. Dan setiap kali ia berganti akan selalu berubah pula kehidupan ini. Kita sebut saja ia Sangkala (waktu). Kalian … Continue reading MENYAPA SANGKALA

BATU

BATU (Lanjutan “Tunggu, Sebentar”) Oleh : nuanang Hey, bangunlah. Hari semakin larut, tidakkah kau mau aku melanjutkan dongengku?. Tidakkah kamu ingin tau apa yang dia lakukan setelah itu?. Tidakkah kamu mulai penasaran dengannya?. Tidakkah kamu ingin mengetahuinya?. Apa?, Kenapa?. Baiklah jika itu mau mu. Mungkin memang dongeng itu tidak terlalu menarik untukmu. Aku turuti permintaanmu, … Continue reading BATU

TUNGGU, SEBENTAR

TUNGGU, SEBENTAR. (Lanjutan “dari balik jendela kamarku”) Oleh : nuanang Hey, akhirnya kamu benar-benar datang, singgah ke kamarku. Tunggu sebentar jangan masuk dulu. Biar kurapikkan pikiran yang berceceran ini. Tidak bisa. Tapi tunggu sebentar aku bisa menyikirkannya sejenak. Ah, maaf sudah menunggu lama untuk ini. Silahkan, silahkan masuk, duduklah dimanapun kau suka. Kabar apa yang … Continue reading TUNGGU, SEBENTAR

SURAT TAK TERBACA

SURAT TAK TERBACA oleh : Nuanang Untukmu. Aku hargai setiap langkah yang kau susun, dan batu besar itu memang harus disingkirkannya. Jangan sampai menghalangi langkahmu. Seperti biasa setiap dalam cerita yang kau perdengarkan kepadaku, aku menghormatinya. Bagiku, Tuhan itu tiada tapi ada. Begitupun rasa, tiada tapi ada, tidak bermateri, tidak berdimensi. Bagiku ketika aku mencintaimu, … Continue reading SURAT TAK TERBACA